Tidak Sah Aqiqah Seorang Bersedekah Sekalipun Lebih Banyak

Tidak Sah Aqiqah Seorang Bersedekah Sekalipun Lebih Banyak. Al-Khallah sempat mengatakan dalam bukunya: Bab Maa yustahabbu minal aqiqah wa fadhliha ala ash-shadaqah: Kami diberitahu oleh Sulaiman bin Ashats, ia mengatakan aku mendengar Ahmad bin Hambal sempat bertanya tentang aqiqah: Kamu suka, daging aqiqah ataupun membagikan harga kepada orang lain (ialah aqiqah kambing ditukar dengan duit yang proporsional dengan daging)? Ia menanggapi: Daging aqiqah. [Ditukil dari Ibnul Qayyim dalam Tuhfathul Maudud perihal. 35 dari Al-Khallal].

 

Penulis mengatakan: Sebab tidak terdapat fakta yang menampilkan permisibilitas dengan harga (daging penyembelihan aqiqah) apalagi lebih, hingga seorang aqiqah tidak valid bila sedekah dengan harga serta ini tercantum perbuatan sesat! Serta petunjuk terbaik merupakan instruksi Muhammad.

ADAB MENDATANGI JAMUAN AQIQAH

Di antara bidah yang kerap dicoba paling utama dengan pengetahuan ahlu merupakan membagikan ceramah yang berkaitan dengan hukum aqiqah serta etiketnya dan yang berkaitan dengan permasalahan kelahiran kala pertemuan orang (undangan) di kegiatan aqiqahan pada hari ketujuh.

 

Jadi kala diundang buat berkumpul di kegiatan aqiqahan, mereka membuat kegiatan yang berisi ceramah, serangkaian doa, serta bentuk-bentuk lain semacam ibadah, yang mereka yakini seluruhnya tercantum aplikasi yang baik, walaupun tidak lain merupakan bidah, terpendam.

 

Aksi semacam itu tidak sempat dicontohkan dalam Sunnah otentik apalagi di daeef!! Serta tidak sempat dicoba oleh Salafush Salih rahimahumullah. Bila aksi ini baik, mereka hendak mempraktikkannya di hadapan kita. Serta ini tercantum bidah lain yang kerap dicoba oleh sebagian warga kita serta sudah tiba ke pintu depan rumah kita, terpendam!!

 

Sedangkan apa yang didetetapkan di mari merupakan kalau pertemuan kami di kegiatan aqiqahan cuma buat menampilkan kesenangan serta menyongsong kelahiran balita serta bukan buat serangkaian ibadah buatan yang lain.

Sebaliknya pedoman terbaik merupakan pedoman Muhammad. Seluruh berita baiknya merupakan menjajaki salaf serta seluruh keburukan terdapat dalam bidat Khalaf.

 

WALLAHUL MUSTA WA ALAIHI AT-TIKLAAN.

Disalin serta diringkas lagi dari novel Ahkamul Aqiqah oleh Abu Muhammad Ishom bin Ayo, diterbitkan oleh Maktabah as-Shahabah, Jeddah, Arab Saudi, serta diterjemahkan oleh Mustofa Mahmud Adam al-Bustoni, dengan judul Aqiqah diterbitkan oleh Titian Divine Press, Yogjakarta, 1997.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *