Apakah Boleh Menggabungkan Qurban dan Aqiqah Bersamaan?

Apakah Boleh Menggabungkan Qurban dan Aqiqah Bersamaan

Alfalah Aqiqah Jakarta – Aqiqah dan Qurban merupakan 2 ibadah yang bersama menyembelih hewan. Keduanya bersama dihukumi sunah mu’ akkadah (yang sangat diajarkan) penerapannya.

 

Waktu penerapan masing-masing juga jelas. Qurban pada hari raya Idul Adha serta 3 hari tasyrik, sebaliknya Aqiqah pada hari ketujuh, ke-14, serta ke-21 kelahiran.

 

Baca juga: Nyari Jasa Aqiqah? Alfalah Aqiqah Jakarta solusi tepat!

 

Lalu, bila waktu Aqiqah serta Qurban bersamaan, apakah boleh penerapannya sekalian saja? Maksudnya, terdapat satu amalan dilakukan dengan 2 niat, ialah niat berqurban serta niat beraqiqah.

 

Permasalahan juga muncul untuk mereka yang sudah berusia serta belum pernah diaqiqahkan oleh orang tuanya. Bila dia memiliki kesanggupan, manakah yang lebih utama menurutnya, berqurban ataupun mengaqiqahkan dirinya terlebih dulu? Atau, bisakah kedua-duanya digabung terlaksana sekalian.

 

Tentang kasus ini, terdapat perbandingan pendapat ulama. Ada yang berkata, bila waktu Qurban bersamaan dengan waktu Aqiqah, cukup melaksanakan satu jenis sembelihan saja, ialah Aqiqah.

 

Komentar ini diyakini Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal (Mazhab Hanbali), Abu Hanifah (Mazhab Hanafi), serta sebagian ulama lain, seperti Hasan Basri, Ibnu Sirin, serta Qatadah.

 

Baca juga: Harga paket aqiqah & harga nasi box

 

Al-Hasan al-Bashri berkata, Bila seseorang anak mau disyukuri dengan Qurban, maka Qurban tersebut dapat jadi satu dengan Aqiqah.  Hisyam serta Ibnu Sirin berkata, Senantiasa dianggap sah bila Qurban digabungkan dengan Aqiqah,  demikian seperti diterangkan dalam kitab Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah.

 

Mereka berdalil, sebagian ibadah dapat mencukupi ibadah yang lain seperti dalam permasalahan kur ban dapat mencukupi Aqiqah ataupun kebalikannya. Sebagaimana seseorang yang menyembelih dam ketika menunaikan haji tamattu.

 

Sembelihan tersebut dia niatkan pula untuk Qurban, hingga dia memperoleh pahala dam serta pahala Qurban. Demikian pula shalat Id yang jatuh pada hari Jumat, hingga diperbolehkan tidak menjajaki shalat Jumat sebab telah menunaikan shalat Id pada paginya.

 

Baca juga: Jasa Aqiqah Depok, Paket Aqiqah Depok, Catering Aqiqah Depok

 

Sedangkan dalam pemikiran Mazhab Syafi’ i, Ibn Hajar al-Haitami, salah seseorang ulama mazhab Syafii sempat mangulas perkara ini. Dalam kitab kumpulan fatwanya, al-Fataawa al-Fiqhiyyah al-Kubra dia menyatakan:

 

وَسُئِلَرَحِمَهُاللَّهُتَعَالَىعنذَبْحِشَاةٍأَيَّامَالْأُضْحِيَّةِبِنِيَّتِهَاوَنِيَّةِالْعَقِيقَةِفَهَلْيَحْصُلَانِأولَااُبْسُطُواالْجَوَابَفَأَجَابَنَفَعَاللَّهُسُبْحَانَهُوَتَعَالَىبِعُلُومِهِبِقَوْلِهِالذيدَلَّعليهكَلَامُالْأَصْحَابِوَجَرَيْنَاعليهمُنْذُسِنِينَأَنَّهُلَاتَدَاخُلَفيذلكلِأَنَّكُلًّامنالْأُضْحِيَّةِوَالْعَقِيقَةِسُنَّةٌمَقْصُودَةٌلِذَاتِهَاوَلَهَاسَبَبٌيُخَالِفُسَبَبَالْأُخْرَىوَالْمَقْصُودُمنهاغَيْرُالْمَقْصُودِمنالْأُخْرَىإذْالْأُضْحِيَّةُفِدَاءٌعنالنَّفْسِوَالْعَقِيقَةُفِدَاءٌعنالْوَلَدِإذْبهانُمُوُّهُوَصَلَاحُهُوَرَجَاءُبِرِّهِوَشَفَاعَتِهِ

 

 (Al-Imam Ibn Hajar al-Haytami) sempat ditanya tentang hukum menyembelih kambing pada hari-hari berqurban, dengan mencampurkan niat Qurban serta Aqiqah. Apakah keduanya jadi sah ataupun tidak (dengan satu ekor kambing saja).

 

Beliau– semoga Allah Swt. mencurahkan manfaat dengan ilmu-ilmunya– menyatakan kalau yang diartikan oleh para Ashhaab al-Syafi’ i (ulama-ulama mazhab Syafi’ i) serta yang kami jalani semenjak bertahun-tahun merupakan keduanya tidak dapat digabungkan.

 

Sebab, Qurban serta Aqiqah itu masing-masing merupakan kesunahan yang niat serta penyebab dilakukannya masing-masing berbeda. Qurban tujuannya adalah penebusan untuk jiwa , sedangkan Aqiqah itu penebusan untuk anak .

 

Sebab dengan tebusan untuk anak ini, diharapkan dia bisa berkembang dengan baik dan memperoleh kebaikan serta syafaat.  (al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra: 4/256 serta Tuhfah al-Muhtaj fi Syarh al-Minhaj).

 

Baca juga: Jasa Aqiqah Bekasi, Layanan Jasa Kambing Aqiqah Bekasi

 

Bersumber pada fatwa diatas, Qurban serta Aqiqah tidak dapat disatukan niatnya, sebab tidak bisanya disatukan antara niat Qurban dengan niat Aqiqah.

 

Perdebatan lahir dari perbandingan tentang bolehkah melaksanakan satu ibadah buat 2 tujuan (Tashriiku al-Niyyah fi al-‘ Ibaadah).

 

Tetapi, masih menurut Ibn Hajar al-Haitami ini disebabkan satu ekor kambing hanya mewakili satu orang, serta tidak dapat melaksanakan 2 ibadah sekalian.

 

Baca juga: Paket Aqiqah Jakarta Selatan melayani pesanan Catering Nasi Box

 

Berbeda jika kita memotong satu ekor sapi, yang memanglah dapat mewakili 7 orang. 7 orang ini diucap sebagai 7 niat, sehingga bila terdapat orang yang memotong seekor sapi dengan niat berqurban, Aqiqah anak perempuan, serta 5 kafarat maka Qurban serta Aqiqah ini jadi sah hukumnya.

 

Bila keadaan ekonomi memanglah jadi alasan untuk melaksanakan Qurban serta Aqiqah secara bertepatan, maka sebaiknya orang tua mendahulukan Aqiqah terlebih dulu.

 

Sebab, walaupun keduanya merupakan ibadah sunah yang bertujuan mensyukuri karunia Allah, tetapi Islam tidak membebani penganutnya untuk melaksanakan hal yang diluar kemampuannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *