Hadits Mengenai Diperbolehkannya Kambing untuk Melakukan Aqiqah

77. Hadits Mengenai Diperbolehkannya Kambing untuk Melakukan Aqiqah

Dalam Islam, bayi yang baru lahir dianjurkan untuk di-aqiqah. Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa aqiqah haruslah mengandung dua unsur, yaitu menyembelih hewan dan mencukur rambut bayi. Sementara itu hukum aqiqah termasuk sunnah muakkad. Dalil tentang aqiqah berikut ini menunjukkan kesunnahan tersebut.

 

Aqiqah adalah Penyembelihan Hewan karena Kelahiran Bayi

Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya. (HR.Bukhari).

Maksud ‘menghilangkan gangguan’ adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada di sekitarnya.

 

Baca juga: Keutamaan dari Aqiqah Yang Bakal Diperoleh Anak Dan Orang Tua

 

Bayi Tergadaikan dengan Aqiqah

Rasulullah bersabda, Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya. (HR.Abu Dawud, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, Ad Darimi, dan lainnya).

 

Berdasarkan hadis tersebut, para ulama berpendapat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah setelah hari ketujuh kelahiran bayi. Mengenai pelaksanaan aqiqah sebelum hari ketujuh kelahiran bayi, para ulama masih berselisih pendapat.

 

Sebagian ulama yang membolehkan untuk melaksanakan aqiqah sebelum hari ketujuh. Namun, ada juga yang melarangnya sebab pelaksanaan sebelum hari ketujuh berarti tidak tepat pada waktunya. Kemudian setelah lebih dari hari ketujuh, anjuran atau kewajiban untuk melaksanakan aqiqah dianggap gugur.

 

Sementara itu, ada sebagian ulama lain yang membolehkan pelaksanaan aqiqah lebih dari hari ketujuh. Jika melaksanakan aqiqah setelah lebih dari tujuh hari, maka aqiqah dilaksanakan pada hari ke-14, atau hari ke-21, atau kelipatan 7 lainnya.

 

Baca juga:Alfalah Menyediakan Kambing Aqiqah dan Catering Nasi Kebuli

 

Jumlah Hewan untuk Aqiqah

Aisyah ra. menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing. (HR.Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah).

 

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda, Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing. (HR.Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad dan Abdur Razaq).

 

Baca juga: Cara Pemesanan Via Whatsapp Aqiqah Nasi Kebuli Jakarta Barat

 

Rasulullah Melaksanakan Aqiqah Cucunya

Ibnu Abbas menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, Mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing. (HR.Abu Dawud).

 

Berdasarkan hadis ini, para ulama bersepakat bahwa aqiqah untuk bayi perempuan adalah satu ekor kambing, dan untuk laki-laki adalah dua kambing. Imam Ash-Shan’ani menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan jumlah kambing yang disembelih untuk bayi perempuan adalah setengah dari bayi laki-laki.

 

Tetapi berdasarkan hadis dari Ibnu Abbas itu, para ulama menjelaskan bolehnya mengaqiqah bayi laki-laki dengan seekor kambing. Ini hanya berlaku bagi orang yang benar-benar tidak mampu untuk beraqiqah dengan dua kambing. Jika mampu, maka anjuran yang ditekankan adalah meng-aqiqah bayi laki-laki dengan dua kambing.

 

Baca juga:  Jasa Aqiqah Nasi Kebuli Terdekat di Cileungsi dan Jakarta Barat

 

Anjuran Mencukur Rambut dan Bersedekah Saat Aqiqah

Fatimah binti Muhammad menuturkan bahwa ketika ia melahirkan Hasan, Rasulullah bersabda, Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya. (HR.Ahmad, Thabrani, Baihaqi).

 

Mengaqiqahi Diri Sendiri

Ada sebagian ulama yang menjelaskan bahwa seseorang yang pada masa kecilnya tidak di-aqiqah, maka ia boleh mengaqiqahi diri sendiri ketika sudah dewasa. Pendapat ini dinilai para ulama berasal dari hadis tentang aqiqah yang dhaif.

 

Hadis tersebut berasal dari Anas. Bunyinya, Rasulullah mengaqiqahi dirinya sendiri setelah beliau diangkat sebagai nabi. Hadis tentang aqiqah itu berstatus Dhaif mungkar, dan diriwayatkan oleh Abdur Razaq dan Abu Syaikh dari jalan Qatadah dari Anas.

 

Para ulama kemudian menjelaskan bahwa aqiqah hanya dilaksanakan pada satu waktu, yaitu pada hari ketujuh dari kelahiran bayi. Tidak ada waktu lainnya untuk melaksanakan aqiqah, dan ketentuan ini mencakup orang yang sudah dewasa maupun anak-anak kecil.

 

Baca juga: Hidangan Nasi Kebuli untuk Aqiqah Berbumbu Gurih Khas Betawi

 

Hadis-hadis tentang aqiqah tersebut juga menunjukkan pentingnya menyembelih kambing untuk aqiqah. Para ulama kemudian menjelaskan bahwa aqiqah tidak sah jika menyembelih hewan selain kambing. Misalnya kibas, atau anak domba, yang memiliki perawakan mirip dengan kambing.

 

Dalam memilih kambing untuk aqiqah, persyaratannya berbeda dengan memilih kambing untuk qurban. Kambing untuk aqiqah tidak disyaratkan harus mencapai usia tertentu, dan tidak ada syarat untuk memilih kambing yang tidak cacat, walaupun yang diutamakan adalah kambing yang sehat dan tidak cacat.

 

Informasi dan Pemesanan Aqiqah Jakarta

Jika Ayah dan Bunda ingin melaksakan acara aqiqah dan ingin menggunakan Jasa Aqiqah Alfalah Aqiqah Jakarta silahkan hubungi di nomor WhatsApp 0812-2292-3150. Segera hubungi kami untuk mendapatkan penawaran yang terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *