Hakikat Aqiqah adalah untuk menebus bayi yang telah dilahirkan

Hakikat Aqiqah adalah untuk menebus bayi yang telah dilahirkan

Aqiqah dalam istilah agama adalah penebusan untuk anak-anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Allah SWT dengan niat dan ketentuan tertentu. Oleh beberapa ulama, itu disebut nasikah atau dzabihah.

 

Makna aqiqah secara formal

Beberapa orang menyebutkan bahwa aqiqah adalah nama untuk hewan yang disembelih. Namun, makna aqiqah secara formal adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang telah dilahirkan.

 

Baca juga: Paket Aqiqah Jakarta, Bebas Biaya Kirim Wilayah Jabodetabek

 

Dasar hukum untuk melaksanakan aqiqah adalah Sunnah Muakkad meskipun orang tua dalam keadaan sulit. Berikut ini adalah hadits Nabi tentang aqiqah untuk anak yang baru lahir:

 

“Setiap bayi digadaikan dengan aqiqahnya, disembelih (kambing) untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberi nama”

 

Aqiqah yang afdhal untuk anak laki-laki adalah 2 kambing atau domba. Sedangkan untuk anak perempuan hanya 1 kambing atau domba. Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi tentang ketentuan jumlah hewan aqiqah, yaitu:

 

“Untuk anak laki-laki, dua kambing sama, dan untuk anak perempuan satu kambing.”

 

Diizinkan satu domba ekor untuk anak laki-laki

Waktu untuk menyembelih hewan untuk aqiqah jika memungkinkan terjadi pada hari ketujuh. Jika tidak, maka pada hari ke 14.

 

Baca juga: Jasa Aqiqah Jakarta Selatan dengan Layanan Praktis dan Syariah

 

Dan jika itu masih tidak memungkinkan, maka pada hari ke 21 sejak hari kelahirannya. Jika masih tidak memungkinkan maka kapan saja. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi disebutkan:

 

“Dibantai pada hari ketujuh, dan pada hari keempat belas, dan pada hari kedua puluh satu.”

 

Berikutnya adalah memberi nama  anak, mencukur rambutnya, memberi sedekah yang menimbang berat rambutnya.

 

Persyaratan kambing yang digunakan aqiqah

  • Kambing: sempurna 1 (satu) tahun dan memasuki usia (dua) tahun.
  • Domba: berumur 6 (enam) bulan dan 7 (tujuh) bulan.
  • Tidak boleh ada anggota tubuh hewan yang cacat.
  • Dagingnya tidak bisa dijual.

 

Baca juga: Jasa Aqiqah Jakarta Selatan yang Jual Kambing Keperluan Aqiqah

Beberapa manfaat aqiqah

Aqiqah memiliki beberapa manfaat bagi mereka yang menerapkannya dan bagi orang lain, termasuk:

 

Memberikan berita atau kabar baik tentang kelahiran anak ke papan kerabat, tetangga serta memberikan informasi tentang hidung anak untuk menghindari prasangka oleh tetangga.

 

Mencerminkan sikap dermawan

Mengikuti jejak Nabi Ibrahim ketika dia ingin membantai putranya Ismail tetapi digantikan dengan domba. Ini adalah bentuk atau bentuk pengorbanan kepada Allah SWT seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim.

 

Melepaskan status anak yang digadaikan adalah karena anak yang baru lahir jika belum di aqiqahi digadaikan. Jadi jika digadaikan, itu artinya harus ditebus terlebih dahulu agar mendapat manfaat.

 

Kebijaksanaan dalam melaksanakan aqiqah

Kebijaksanaan dalam melaksanakan aqiqah adalah sebagai ungkapan rasa terima kasih dan kegembiraan atas pendirian Islam dan kelahiran keturunan yang kemudian melipatgandakan pengikut Nabi Muhammad dan terhubung untuk menjadi tali persahabatan antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir.

 

Aqiqah juga bisa dilakukan ketika seorang dewasa jika pada usia kecil belum aqiqahi oleh orang tuanya.

 

Para pengikut Imam Syafi’i menyetujui pendapat ini sehingga banyak orang yang belum aqiqahi ketika mereka masih kecil kemudian mengaqiqahi diri mereka ketika mereka sudah dewasa dan mampu.

 

Baca juga: Jasa Aqiqah di Bekasi – Spesial Nasi Kebuli Melayani Jabodetabek

 

Siapa pun berhak menerima daging aqiqah

Sekarang ada banyak lembaga yang menawarkan layanan untuk Alfalah Aqiqah di Jakarta, sehingga memudahkan Ayah dan Bunda  untuk melakukan aqiqah.

 

Aqiqah dilakukan dengan menyembelih kambing, maka daging aqiqah dianjurkan untuk diberikan atau didistribusikan dalam kondisi dimasak. Daging aqiqah harus diberikan kepada tetangga dan orang miskin.

 

Siapa pun berhak menerima daging aqiqah, termasuk non-Muslim. Bagi keluarga yang beraqiqah juga diperbolehkan makan daging aqiqah tidak ada larangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *