Kenapa Anak Harus Aqiqah ?

Alfalahaqiqahjakarta.com – Aqiqah adalah sarana untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT
Kelahiran seorang anak, laki-laki atau perempuan, adalah penyebab perayaan besar. Dalam Islam, etiket dan ritual tertentu dari tradisi otentik Rasulullah SAW Muhammad dan direkomendasikan kepada sebuah keluarga untuk menyambut anak yang baru lahir ke dunia.
Ini termasuk juga memilih nama yang menyenangkan untuk bayi yang baru lahir, membacakan adzan di telinga kanan bayi dan iqamah di telinga kiri, tahnik (memasukkan sesuatu yang manis seperti kurma atau madu ke dalam mulut bayi), mencukur rambut bayi yang baru lahir. kepala dan melakukan aqiqah.

 

Sumber Alfalah Aqiqah Jakarta

Aqiqah adalah Sunnah yang ditetapkan dalam Islam
Ini melibatkan penyembelihan domba atau kambing dan berbagi dagingnya dengan teman dan keluarga pada kesempatan menyambut anak yang baru lahir. Ini adalah Sunnah yang ditetapkan (Sunnah Mu’akkadah) bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat biasa melakukannya.

Meskipun aqiqah tidak wajib, tetapi mengandung banyak manfaat dan umat Islam didorong untuk melakukannya. Para ulama telah menyebutkan bahwa aqiqah membawa seorang anak dekat dengan Allah SWT segera setelah memasuki dunia ini. Hal ini menyerupai pengorbanan dan tebusan yang dilakukan ketika Allah menebus Rasulullah SAW Ismail dan memerintahkan pengorbanan seekor domba sebagai gantinya. Selain itu, ini adalah alasan untuk mengumpulkan teman dan keluarga untuk Waleemah (perjamuan) dalam perayaan anak yang baru lahir.

Menunaikan aqiqah merupakan salah satu sarana mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah dikaruniai seorang anak. Menyambut bayi yang baru lahir ke keluarga . etika dan ritual yang dilakukan berfungsi untuk mengingatkan orang percaya bahwa anak-anak memiliki hak dalam Islam. Rasulullah SAW Muhammad SAW Bersabda, “Sembelih dua domba yang sebanding untuk bayi laki-laki yang baru lahir dan satu domba untuk perempuan.” Jika seseorang tidak mampu menyembelih dua ekor domba untuk bayi laki-laki yang baru lahir, maka diperbolehkan untuk menyembelih satu ekor.

Sebagai umat Islam, kita harus mengikuti dan mematuhi ajaran dan tindakan Rasulullah SAW kita tercinta. Kelonggaran Rasulullah SAW menyembelih seekor domba untuk bayi laki-laki yang baru lahir adalah contoh Islam menghilangkan kesulitan dan memungkinkan mereka yang memiliki keterbatasan keuangan untuk memenuhi Sunnah.

Waktu untuk aqiqah fleksibel
Penting untuk diingat bahwa Islam adalah agama kemudahan dan toleransi.¬†Allah Ta’ala berfirman, “Dia tidak membebani kamu dalam agama” (Qur’an, 22:78).

Disarankan untuk melakukan aqiqah pada hari ketujuh, keempat belas atau kedua puluh satu setelah kelahiran. Jika hal ini tidak memungkinkan, dapat dilakukan pada hari apa saja sampai usia pubertas.

Untuk melakukan aqiqah, anda tidak perlu bingung lagi karena sekarang ada kami, penyedia Jasa Aqiqah terpercaya, Amanah dan Untuk meringankannya, kami menyediakan Aqiqah secara Cicilan yang sesuai dengan syariat.

Sumber www.dar-alifta.org

 

Leave a Reply