Acara Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki, Syarat, Niat, Hadits

Ucapan Selamat buat Anak yang Baru Lahir:

BaarokAllahulaka fiil mauhuubilaka, wa syakartal waahiba, wa balagho asyuddahu, wa ruziqta birrohu

Mudah-mudahan Allah membagikan keberkahan buat dirimu atas (karunia) yg diberikan kepadamu. Mudah-mudahan engkau mensyukuri Yang Maha Berikan sampai si anak jadi berusia serta jadi anak yang berbakti

 

Setelah itu Dijawab

BaarokAllahulaka wa baaroka’ alaika, wa jazaakAllahu khoiron, wa rozaqokAllahu mitslahu, wa ajzala tSAWaabaka

Mudah-mudahan Allah membagikan berkahnya kepadamu serta dalam seluruh yang engkau miliki. Mudah-mudahan Allah membalas untukmu kebaikan yang banyak serta membagikan (karunia) yang sama kepadamu. Mudah-mudahan Allah juga berkenan melipat gandakan pahalamu

 

Kegiatan Aqiqah Buat Anak Laki-Laki, Ketentuan, Hasrat, Hadits

Innii u’ iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulliaynin laammatin

Saya berlindung buat anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari seluruh kendala syaitan serta kendala fauna dan kendala sorotan mata yang bisa bawa akibat kurang baik untuk apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari).

Arti Aqiqah Secara bahasaaqiqah berarti memutus. Sebaliknya secara sebutan Syara’ aqiqah berarti menyembelih kambing buat anak pada hari ke 7 dari hari kelahirannya.

 

Berartinya Aqiqah Rasulullah SAW. Bersabda:

Sebetulnya anak itu diaqiqahi. Hingga tumpahkanlah darah menurutnya serta jauhkanlah penyakit daripadanya (dengan mencukurnya). (Shahih riwayat Bukhari, dari Salman Bin Amar Adh-Dhabi).

 

Rasulullah SAW. Bersabda:

Tiap anak itu digadaikan dengan aqiqahnya. Dia disembelihkan (fauna) pada hari ke 7 dari hari kelahirannya, diberi nama pada hari itu serta dicukur kepalanya. (Ashhabus-Sunan).

 

Aqiqah merupakan ciri syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat anak yang diberikan-Nya. Pula bagaikan washilah (fasilitas) meminta kepada Allah SWT. supaya melindungi serta memelihara si Anak. Dari hadits di atas pula ulama menarangkan kalau hukum aqiqah merupakan sunnah muakkadah (sunnah yang sangat diajarkan) untuk para wali Anak yang sanggup, apalagi senantiasa diajarkan, sekalipun wali Anak dalam keadaan susah.

 

Hal-hal yang Butuh Dicermati dalam AqiqahKambing yang hendak di sembelih menggapai usia minimun satu tahun serta sehat tanpa cacat sebagaimana persyaratan buat hewan qurban. Bila Anak yang dilahirkan Laki-Laki, diajarkan buat menyembelih 2 ekor kambing yang proporsional (sama besarnya), sebaliknya Anak Perempuan disembelihkan satu ekor kambing.

 

Perihal Ini Berdasar Atas Hadits Dari Ummu Kurz Al-Ka’ biyah, Rasulullah Bersabda:

Untuk anak Laki-Laki (disembelihkan) 2 ekor kambing serta untuk anak Perempuan (disembelihkan) satu ekor. Serta tidak membahayakan kalian sekaligus apakah (sembelihan itu) jantan ataupun betina (HR. Ahmad serta Tirmidzi).

 

Perihal di atas berlaku buat orang yang dikaruniai rizqi yang lumayan oleh Allah SWT. Sebaliknya orang yang kemampuannya terbatas, diperbolehkan buat meng’ aqiqahi anak Laki-Laki ataupun anak Perempuan dengan satu ekor kambing.

 

Perihal Ini Berdasar Atas Hadits Dari IbnuAbbas R. A.:

Kalau Rasulullah SAW. sudah meng’ aqiqahi Al-Hasan serta Al-Husain dengan satu ekor biri-biri. (H. R. Abu Dawud),

 

Serta Pula Riwayat Dari Imam Malik:

Abdullah bin Umar r. a. sudah meng’ aqiqahi anak-anaknya baik Laki-Laki ataupun Perempuan, satu kambing-satu kambing.

Diajarkan supayaaqiqah itu disembelih atas nama anak yang dilahirkan. Perihal ini bersumber pada pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dariAisyah r. a.: Nabi SAW. bersabda:

 

Sembelihlah atas namanya (anak yang dilahirkan), serta ucapkanlah,Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, bagi-Mu-lah serta kepada-Mu-lah ku persembahkanaqiqah sang Fulan ini.

Hendak namun, bila orang yang menyembelih itu sudah bernazar, walaupun tidak mengatakan nama anak itu, hingga tujuannya telah tercapai. Ada pula daging aqiqah tersebut tidak hanya dimakan oleh keluarga sendiri, pula disedekahkan serta dihadiahkan. Disukai buat berikan nama anak pada hari ketujuh dengan memilihkannya nama-nama yang baik.

 

WaktuAqiqah Di muka sudah dikutipkan suatu hadits yang menampilkan kalau waktu yang diajarkan buat melakukanaqiqah merupakan hari ketujuh.

 

Hadits lain yang memantapkan perihal itu antara lain merupakan hadits Abdillah bin Wahb dariAisyah r. a.: Rasulullah SAW. sudah meng’ aqiqahi Hasan serta Husain pada hari ketujuh (dari kelahiran mereka), menamakan mereka serta memerintahkan buat menjauhkan penyakit dari kepala (mencukur) mereka. Hendak namun, terdapat komentar yang menampilkan kalau keterikatan dengan hari ketujuh itu tidaklah keharusan, melainkan sesuatu anjuran.

 

Al-Maimuni Mengatakan: Saya Bertanya Pada Abdullah:

Kapankah anak itu di’ aqiqahi?. Abdullah menanggapi,Ada pulaAisyah sudah berkata kalauaqiqah itu dicoba pada hari ketujuh, hari keempat belas, ataupun hari ke duapuluh satu.

Imam Malik mengatakan: Pada zhahirnya, keterikatan pada hari ketujuh itu merupakan atas dasar anjuran. Andaikan (pada hari itu tidak bisa dicoba), hingga menyembelih pada hari keempat, kedelapan, ataupun kesepuluh ataupun sesudahnya,aqiqah itu sudah lumayan.

 

Ringkasnya, bila orang tua sanggup menyembelih aqiqah pada hari ketujuh, hingga perihal itu lebih utama, cocok dengan perbuatan Nabi SAW. Tetapi bila perihal itu menyulitkan, hingga diperbolehkan buat melaksanakannya pada hari ke berapa saja sebagaimana sudah dikatakan Imam Malik.

Wallahu a’ lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *